Hal yang
berkaitan dengan kesehatan dan berat badan sering masuk dalam jajaran resolusi kita.
Bukan hanya yang ingin menguruskan badan, mereka yang berbadan kurus dan sulit
menaikkan berat badan pun mematok resolusi tersendiri. Tidak aneh, tapi memang
ada resolusi yang bernama "ingin gemuk". Adakah cara sehat menaikkan berat badan tanpa efek samping?
Setiap
orang bukan hanya mendambakan memiliki tubuh yang sehat. Selain sehat, ada juga
keinginan untuk memiliki tubuh ideal yang artinya seimbang antara tinggi badan
dan berat badannya. Hal itu tentu akan membuat seseorang lebih merasa nyaman
dengan tubuhnya dan bisa berekspresi dengan berbagai gaya busana sesuai
karakternya.
Tubuh ideal
itu dalam istilah medis disebut indeks massa tubuh yang normal. Memang ada yang
tidak normal yaitu ketika indeks massa tubuhnya di bawah atau di atas rentang
normal. Orang yang memiliki indek massa tubuh di bawah normal atau terlalu
kurus memang lebih sedikit, tetapi penanganan klinisnya lebih sulit
dibandingkan dengan yang kegemukan.
Orang-orang
yang terlalu kurus memiliki sel usus yang renggang satu sama lain yang
mengakibatkan komunikasi antarsel berjalan lamban dan enzim yang dihasilkan pun
sedikit. Seharusnya, sel-sel usus itu menempel ketat sehingga komunikasi
antarsel berlangsung lancar. Bila sel usus renggang dan enzim yang dihasilkan
sedikit, maka makanan yang dikonsumsi pun tidak banyak yang terserap.
Selain itu,
orang yang tubuhnya terlalu kurus di bawah indeks massa tubuh yang normal,
biasanya produksi gas lambung selalu meningkat. Hal itulah yang membuat mereka
selalu merasa perutnya kembung, perutnya penuh, selalu kenyang, dan bahkan
mual. Karena merasa keburu kenyang mereka umumnya tidak suka mengemil, baik
buah-buahan atau camilan.
Kondisi itu
pula yang membuat orang yang terlalu kurus selalu mengincar makanan utama
dibandingkan dengan camilan karena menganggap mereka akan cepat kenyang.
Porsinya pun dibuat besar karena merasa asupan karbohidratnya bisa
menggemukkan. Lalu bagaimana cara sehat
menaikkan berat badan agar tidak overweight?
Seperti
halnya mereka yang kegemukan bisa menjalani terapi penurunan berat badan, orang
yang terlalu kurus pun bisa menaikkan berat badannya. Namun, karena ada
kelainan dari sel usus, maka perbaikannya bukan hanya pola makan, tetapi juga
dibutuhkan terapi memperbaiki sel itu.
Untuk
memperbaiki sel itu dibutuhkan multimineral yang bersifat alami layaknya pupuk
sehingga sel-sel usus itu saling menempel. Selain itu, terapi dilakukan dengan
mengatur pola makan dalam porsi kecil tapi dengan frekuensi tinggi. Dalam satu
hari, makan utama dan camilan diselang-selang bisa 8-10 kali.
Makanan
pokok yang dipilih tentunya harus yang komposisinya lengkap. Camilan yang
dipilih yang mengandung tepung-tepungan. Sementara, cara mengonsumsi buah
adalah dihancurkan menggunakan blender karena pasti akan menggunakan tambahan
gula.
Upaya
memperbaiki sel usus tersebut bisa dilakukan pada usia berapapun. Meski begitu bila
kondisi itu terjadi pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, maka sebaiknya
intervensi dilakukan sebelum fase pertumbuhan cepat.
Fase
pertumbuhan cepat yang cukup lama rentang waktunya terjadi ketika anak-anak mau
memasuki usia remaja. Anak perempuan ditandai dengan menstruasi dan anak laki-laki
sekitar 12-13 tahun. Bila kondisi status gizi kurang itu tidak diperbaiki,
dikhawatirkan bisa menghambat pertumbuhan seperti tinggi badan yang tidak
optimal.
Bila
diperbaiki sebelum fase itu, maka diharapkan ketika memasuki fasenya anak-anak
sudah memiliki indeks massa tubuh yang normal. Dengan begitu, anak-anak bisa
mengejar kemampuan pertumbuhannya seoptimal mungkin.


Komentar
Posting Komentar