Langsung ke konten utama

Penyebab dan cara mengatasi Varises pada Ibu Hamil

Varises adalah pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah yang biasanya sering terjadi pada kaki. Dalam beberapa kasus, varises pada ibu hamil biasanya pelebaran pembuluh darah akan terjadi di area kaki, area vagina, serta dibokong dan anus.

Varises adalah kondisi dimana pembuluh darah yang berada dibawah kulit mengalami pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah. Sehingga menyebabkan pembuluh darah menjadi berwarna biru hingga ke ungu – unguan. Biasanya bentuknya menyerupai simpul tali yang melekuk – lekuk.

Baca juga : 5 Perawatan Aman untuk Menghilangkan Varises

Bentuk inilah yang biasanya membuat para wanita hamil tidak nyaman karna mengganggu penampilan. Terutama bagi wanita yang baru pertama kali hamil pasti akan bertanya – tanya kenapa bagian tubuhnya bisa terjadi varises.

Selain mengganggu penampilan, varises juga menimbulkan sakit dan pegal pada kaki, kulit yang disekitar varises juga akan terasa gatal, berdenyut, dan perih bahkan kaki akan terasa sangat berat. Biasanya gejala ini akan tambah buruk bila sudah memasuki sore hingga malam hari utamanya jika sudah terlalu banyak berkatifitas dan terlalu lama berdiri.


Berikut adalah penyebab dan cara mengatasi varises pada ibu hamil :

PENYEBAB VARISES PADA IBU HAMIL

1. Peningkatan Jumlah Darah Dalam Tubuh

Ketika hamil, volume darah dalam tubuh akan meningkat. Peningkatan ini akan membebani pembuluh darah pada peredaran darah dari kaki ke panggul. Sehingga akan terjadi peningkatan tekanan pembuluh darah vena dan terjadilah varises. Vena adalah pembuluh darah yang mengalirkan kembali darah dari seluruh bagian tubuh ke jantung. Karena posisi tubuh kita tegak lurus, jadi kaki adalah jarak terjauh dari jantung sehingga vena harus bekerja keras melawan gravitasi untuk mengalirkan darah ke jantung.

2. Pertumbuhan Janin

Rahim akan semakin besar seiring pertumbuhan janin didalam rahim. Jadi pertumbuhannya akan menekan pembuluh darah vena yang mengalirkan darah dari kaki ke jantung.

3. Pengaruh Hormon Kehamilan

Kadar hormon progesteron yang meningkat pada wanita hamil juga akan menyebabkan pelebaran pada pembuluh darah vena.

Ibu hamil lebih tinggi memiliki resiko varises dan biasanya juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan, hamil anak kembar, berat badan berlebih, usia kehamilan yang semakin tua, dan ibu hamil yang terlalu banyak berdiri.

CARA MENGATASI VARISES PADA IBU HAMIL

1. Ubah Posisi 

Jangan terlalu sering duduk atau berdiri terlalu lama. Jika sudah terlalu lama berdiri maka istirahatkanlah kaki dan duduk sejenak. Begitu juga sebaliknya jika sudah terlalu lama duduk cobalah untuk berdiri atau jalan – jalan. Dan hindarai duduk dengan menyilangkan kaki.

2. Menaikkan Kaki

Aturlah posisi kaki Anda lebih tinggi dari jantung dengan menyangganya dengan bantal ketika sedang berbaring.

3. Olahraga

Berolahraga memang baik bagi tubuh baik bagi wanita hamil maupun tidak,karna olahraga dapat melancarkan peredaran darah dan mencegah varises.

4. Jangan Menggunakan Sepatu Highhells

Gunakanlah sepatu flat (rata) untuk menjaga peredaran dari disekitar kaki dan betis

5. Batasi Asupan Garam

Batasi asupan garam selama masa kehamilan untuk meminimalkan pembekakan pembuluh darah vena.

6. Gunakan Stoking Kompresi

Stoking kompresi dirancang untuk mencegah penumpukan darah pada kaki. Untuk itu seorang atlit atau seorang yang sering berolahraga sering menggunakan ini. Anda bisa mendapatkan apotek.

Jika Anda memiliki varises yang tergolong parah, Anda dapat menghubungi dokter untuk mendapatkan suntikan obat dan operasi. Namun operasi tidak bisa dilakukan jika sedang hamil. Jadi operasi bisa dilakukan setelah melahirkan. Tetapi biasanya varises akan kembali dan membaik jika sudah selesai melahirkan jika Anda tidak memiliki riwayat varises sebelum hamil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Ibu: Sejarah, Makna Mendalam, dan Ide Kado Spesial untuk Ibu Tercinta

Hari Ibu bukan sekadar tanggal merah di kalender atau rutinitas tahunan untuk mengunggah foto di media sosial. Di balik perayaannya, terdapat makna filosofis yang dalam tentang pengorbanan, cinta tanpa syarat, dan tonggak sejarah perjuangan perempuan. Di Indonesia, Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember memiliki akar sejarah yang unik jika dibandingkan dengan Mother's Day di negara lain. Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal tentang Hari Ibu, mulai dari sejarahnya di Indonesia dan dunia, makna perayaannya, hingga inspirasi cara merayakan serta ide kado yang berkesan. Gambar dihasilkan oleh Gemini AI  Sejarah Hari Ibu di Indonesia: Lebih dari Sekadar Kasih Sayang Banyak yang mengira Hari Ibu di Indonesia sama dengan perayaan di Amerika Serikat yang fokus pada apresiasi domestik. Namun, sejarah mencatat bahwa Hari Ibu di Indonesia lahir dari semangat perjuangan dan emansipasi. 1. Kongres Perempuan Indonesia I (1928) Titik awal Hari Ibu di Indonesia adalah Kongres ...

John Herdman: Arsitek di Balik Revolusi Sepak Bola Kanada

Dunia sepak bola jarang melihat sosok yang mampu meraih kesuksesan fenomenal di dua kategori berbeda: sepak bola wanita dan pria. Namun, John Herdman membuktikan bahwa kepemimpinan, visi, dan psikologi olahraga yang tepat dapat mengubah nasib sebuah bangsa di peta sepak bola dunia. Dari pesisir Newcastle hingga memimpin Kanada di Piala Dunia FIFA, perjalanan John Herdman adalah kisah tentang ambisi yang tak tergoyahkan. Artikel ini akan mengupas tuntas profil, karier, taktik, hingga warisan yang ditinggalkan oleh pelatih karismatik ini.  Baca juga: Indra Sjafri Ungkap Patrick Kluivert Kaget Timnas U-20 Indonesia Pernah Kalahkan Argentina Credit: www.transfermarkt.com Siapakah John Herdman? Profil Singkat Lahir pada 19 Juli 1975 di Consett, County Durham, Inggris, John Herdman tidak memiliki karier sebagai pemain profesional tingkat atas. Hal inilah yang justru membuatnya mengasah otak dan kemampuan analitisnya sejak dini. Ia menyadari bahwa jika ia ingin sukses di sepak bola, ia ha...

Cara Agar Bayi Cepat Lahir Normal

Cara Agar Bayi Cepat Lahir Normal - Kehamilan bagi kebanyakan wanita yang telah menikah menjadi sesuatu yang sangat dinantikan. Tetapi tidak semua orang mendapatkan kemudahan ketika menjalani kehamilan sampai melahirkan. Biasanya tergantung kesehatan, psikis, kondisi bawaan tubuh seseorang, dan aktivitasnya sehari-hari. Dan ketika usia kehamilan mencapai usia 9 bulan atau 36 minggu. para wanita calon Ibu mengalami fase yang mendebarkan. Menantikan kapan calon bayi akan lahir ke dunia. Cara Agar Bayi Cepat Lahir Normal Img by global.liputan6.com Kehamilan sering kali menyebabkan seorang calon ibu menjadi stres. Entah itu stres karena merasa belum cukup ilmu menjadi ibu atau stres menghadapi persalinan. Apalagi ketika dokter sudah menentukan tanggal perkiraan kelahiran bayi. Anda tak juga menampakkan tanda-tanda akan melahirkan. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka sebenarnya ada beberapa cara agar bayi cepat lahir normal segera tiba. Tak satupun dari metode ini sudah dibukt...